Perpaduankonsep ala adat Jawa untuk siraman dan ala Timur Tengah-Persian untuk pengajian. Menyambut anak pertama selalu jadi momen bahagia bagi suami istri tak terkecuali Tasyi dan Syech. Oleh karena itu, mereka merayakannya dengan menggelar syukuran 4 bulanan dan siraman 7 bulanan ini. Pada momen siraman tersebut Syech tampak mencium
Acaraprosesi pernikahan adat Sunda ini biasanya berlangsung selama satu minggu hingga sebelum akad nikah. Umumnya, seserahan dalam prosesi pernikahan adat Sunda berjumlah mulai 6 hinnga 8 kotak untuk pihak perempuan. Meski begitu, jumlahnya dapat bertambah bergantung pada kemampuan dan kesanggupan dari pihak laki-laki.
Prosesisiraman adat Jawa dan prosesi siraman adat Sunda memiliki sedikit perbedaan. Meskipun, pada dasarnya makna dalam prosesi upacara adat pernikahan ini sama. Mulai dari ngecagkeun aisan, ngaras, percampuran air siraman, ngebakan atau ritual siraman itu sendiri, potong rambut, rebutan parawanten, suapan terakhir hingga prosesi tanah rambut.
Malampacar merupakan salah satu rangkaian ritual dalam pernikahan adat Betawi. Upacara malam pacar diadakan semalam sebelum hari pernikahan. Dalam ritual pernikahan Betawi ini, calon mempelai perempuan menghiasi kuku jari tangan dan kakinya dengan pacar. Hal ini dilakukan agar calon mempelai perempuan dapat tampil cantik di hari pernikahannya.
2 Siraman. Setelah itu calon pengantin wanita diantar ke tempat siraman. Calon mempelai wanita duduk di atas bangku yang beralaskan tikar bangka atau tikar pandan. Kemudian dimulai upacara siraman adat Jawa. Urutan siraman ini dimulai dari sesepuh tertua, kemudian kedua orangtua pengantin. Yang terakhir menyirami adalah juru rias pengantin.
PaketPernikahan Adat Sunda Di Tangerang. Bokor Siraman.Your Siraman stock images are ready. Bahan pokok : roll top, meja, taplak, screening meja, kayu alba untuk papan nama stand, alat makan (piring-sendok-garpu), spatula, centong nasi. air doa ke dalam bokor siraman CPW berganti busana siraman CPW didampingi Orang tua menuju tempat siraman (diiringi doa & sholawat ) Susunan penyiram : Bp.
Prosesisiraman adat sunda dan jawa - Upacara siraman ini berasal dari kata dasar siram (Jawa) yang berarti mandi. Sedangkan maknanya sendiri adalah memandikan calon Selengkapnya » Apa Sih Perbedaan Siraman Adat Jawa dengan Siraman Adat Sunda? Browse for more. Pencarian untuk Sheraton Mustika. Holy Matrimony.
Kaliini saya akan membahas perbedaan tradisi ibu hamil di jawa dan sunda. Pada suku jawa ketika ibu hamil dan usia kandungannya sudah 4 bulan maka diadaka tasyukuran yang biasanya disebut dengan mitoni. Acara ini diadakan dengan mengundang orang sekitar untuk melakukan pengajian di rumah si ibu. Dimana pengajian tersebut diisi dengan pembacaan
Ketigaadalah proses kawin cai, yaitu mencampurkan air yang diambil dari Balong Dalem dan air yang tadi diambil dari Sumur Tujuh. Ketika tiba di Balong Dalem, rombongan masyarakat juga disambut upacara adat penyambutan tamu, yang dilengkapi lengser, dan kelompok penari perempuan jelita yang diiringi irama musik dan lagu-lagu degung.
8Adat Istiadat Tata Cara Pernikahan Ala Sunda. Ada banyak sekali adat istiadat yang harus diikuti dan berkaitan dengan pernikahan ala Sunda. Ada beberapa istilah yang juga harus kamu ketahui dalam adat pernikahan tersebut, seperti Neundeun Omong, Narosan, Ngaras, Siraman, Ngeuyeuk Seureuh, dan lain sebagainya.
Tradisipernikahan adat Yogya misalnya, ada proses seserahan yang disebut Jodang dan Peningsetan. Lalu setelah itu, dilanjutkan dengan upacara Tarub dengan memasang hiasan janur kuning, Siraman bagi mempelai wanita, dan Midodareni adalah proses akhirnya. Lalu ada juga prosesi pernikahan ala Betawi yang juga bertahap.
Kalaukamu dan pasangan ingin melangsungkan pernikahan dengan adat Sunda, kamu harus memahami prosesi di dalamnya. Prosesi adat Sunda memiliki ciri khas yang juga membedakan dari suku lainnya yang ada di Jawa. Ada delapan langkah yang perlu kamu tahu dan pahami maknanya dalam pernikahan ala Sunda. 1. Neundeun Omong
PedangdutVia Vallen dan Chevra Yolanda menggunakan 2 adat dalam pernikahannya. Hal itu dilakukan sesuai keinginan dan kesepakatan keduanya. Chevra menyebut bahwa tradisi dan adat yang digunakan adalah Jawa serta Sunda. Mulai dari siraman, akad, hingga resepsi. "Kebetulan, Via ini dekat dengan neneknya yang orang Sunda.
Masyarakat Jawa mengenal berbagai macam adat istiadat yang masih dilestarikan dan dijalankan hingga saat ini.. Salah satu adat Jawa yang masih bertahan adalah upacara siraman yang biasa dilakukan sebagai bagian dari upacara pernikahan.. Upacara siraman dilaksanakan sebelum prosesi pernikahan atau ijab kabul dilaksanakan. Biasanya siraman dilakukan antara jam 10.00 atau 15.00 WIB.
PerbedaanSiraman Jawa Dan Sunda Yang Harus Diketahui Blog Tiga Dara - Nah berikut ini 20+ inspirasi pernikahan terupdate seperti ide baju pengantin, contoh dekorasi, temukan ide menarik di sini. PERBEDAAN SIRAMAN JAWA DAN SUNDA YANG HARUS DIKETAHUI Blog Tiga Dara, EMPAT PERAN PENTING YANG ADA DI PERNIKAHAN JAWA Blog Tiga Dara,
SxBIXDi.
Perbedaan Jawa Dan Sunda. - Warna Kulit suku Jawa punya kecenderungan lebih Gelap/Sawo Matang jawa timur cenderung paling hitam/gelap, sedangkan suku Sunda lebih Putih tergantung daerah juga tambahan dari replyer. Di antara ke 4 ini sebenernya paling putih itu orang banten selatan khususnya sekitar daerah lebak,ciomas,dan pandeglang. Di situ orang sundanya paling orisinil di lihat dr bahasanya sama rata2 orang situ bermata agak sipit beda jika di bandingkan dengan orang banten utara yang mayoritas gelap kulitnya. Kedua yaitu orang parahyangan yang skrg terkenal dengan mojang parahyangan lalu di susul dengan sunda cirebonan lalu yang paling gelap ialah sunda karawang. Mungkin karena iklim yg panas dan gersang serta dekat dengan pantai. - Suku Jawa biasanya berkerja pada hal-hal keras/keuletan, sedangkan suku sunda lebih kepada jenis pekerjaan yang pintar, agak santai tapi menghasilkan. - Suku Jawa lebih suka memberi ataupun itu dermawan tanpa perhitungan yg njliment. - Suku Jawa lebih terkenal setia kecuali salah satu selingkuh. dan begitu pula Prianya Sunda lebih ganteng/lebih manis daripada pria Jawa. - Wanita suku sunda kurang suka / tidak suka / tidak rela untuk di polygami bahkan rela untuk cerai sekalipun daripada suku jawa yang cenderung mau di polygami. Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dan Pernikahan Adat Jawa Ladies, di Indonesia terdapat ribuan adat dan suku budaya. Perbedaan pertama kedua adat di atas ada pada proses lamaran. Pada adat Sunda, sebelum sampai pada proses lamaran, ada sebuah proses dimana kedua orang tua bertemu untuk membicarakan perjodohan kedua anak mereka, yaitu proses neundeun omong yang jika diartikan adalah titip ucap. Namun pada adat Jawa, menurut informasi yang disalir dari laman ada kemungkinan kedua orang tua calon mempelai belum saling mengenal. Seperti dilansir dari laman pada persiapan pra nikah adat Sunda terdiri dari delapan tahap yaitu neundeun omong, lamaran, tunangan, pengiriman seserahan, ngeuyeuk seureuh, tahap membuat lungkun, saweran, siraman, baru kemudian pernikahan. Sementara untuk adat Jawa, menurut informasi yang disalir dari laman hanya ada tiga tahap, yaitu lamaran, siraman, midodareni, dan terakhir adalah ijab. Namun, terlepas dari perbedaan filosofis dalam pernikahan adat manapun, satu persamaan penting adalah adalah membangun kebahagiaan bersama, Ladies. Perbedaan Bahasa Jawa dan Sunda, Sama Kata beda Arti Sebenarnya, kedua bahasa ini berasal dari akar yang sama, yaitu Melayu Polinesia. Kata Urang dalam Bahasa Sunda adalah Aku, atau Saya. Kata Sampeyan, termasuk ke dalam Bahasa Sunda halus yang artinya Kaki. Apabila dalam Bahasa Sunda, Amis diartikan dengan Rasa Manis. Sedangkan, dalam Bahasa Jawa, Ombeh atau Ngombeh artinya Minum. Meskipun demikian, ternyata kedua suku ini sebenarnya berasal dari nenek moyang yang sama. Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda Bisa Berbeda Meski dalam Satu Pulau, Ini Penjelasannya Baca Juga 10 Contoh Peribahasa Jawa, Lengkap Beserta Arti dalam Bahasa Indonesia. Meski logat atau dialeknya berbeda, secara umum, orang Jateng dan Jatim bisa saling memahami. Ternyata, hal ini disebabkan leluhur orang Jawa dan Sunda itu berbeda, lo. Penjelajah dari Portugal, Tome Pires, menyebutkan di catatan berjudul Suma Oriental pada abad ke-16. Tome Pires menyebut leluhur Suku Sunda sebagai masyarakat dengan jiwa melaut tinggi dan pemberani. Baca Juga Contoh Peribahasa Sunda, Lengkap Beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia. Persaingan ketat dalam hal perdagangan ini membuat asimilasi bahasa sama sekali tidak terjadi antara Jawa dengan Sunda. Bahkan, ada beberapa tempat di Jateng dan Jatim yang menggunakan Bahasa Sunda. Contohnya, Dieng di Jateng dan Jatim yang berasal dari bahasa Sunda kuno “Dhiyang". Bahkan, masyarakat Brebes dan Cirebon, banyak yang bisa menggunakan bahasa Jawa ataupun Sunda. Suku Sunda dan Jawa Tinggal 1 Pulau, Tapi Kok Beda Bahasa? Hal ini dikarenakan ketiga provinsi tersebut didominasi oleh warga keturunan Suku Jawa. Mereka menggunakan Bahasa Sunda yang sudah diperkenalkan sejak zaman kerajaan Pasundan atau Pakuan Pajajaran, di mana para tokoh atau raja-raja kerajaan saat itu telah menggunakan Bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari. Namun secara pelafalan, dialek dan fonologi, kedua bahasa ini memiliki perbedaan yang sangat kentara. Hingga saat ini, sebagian warga di kota/kabupaten tersebut masih menggunakan Bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari, namun dengan dialek yang berbeda. Induk Ras Austronesia saat ini dipercaya menduduki daerah pedalaman pulau Farmosa yang sekarang disebut Taiwan atau China Taipeh. Ini Perbedaan Siraman Jawa-Sunda yang Wajib Kamu Tahu Established in 2002, Weddingku group is an indonesia leading wedding platform with around 1,000 newlyweds joined every week and more than 10,000 brides-to-be daily visits. Our platform covers Vendors Directory, Wedding Ideas & Inspiration Boards and Marketplace for Wedding & Honeymoon packages.
Serupa tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Ritual Siraman Adat Jawa dan Sunda By Ade Mutia 21 Mar 2022 Viewers 2793 Di Indonesia, jelang pernikahan umumnya ada berbagai persiapan yang dilakukan oleh kedua calon mempelai pengantin, terutama bagi mereka yang menggunakan prosesi adat. Sebagai contoh, pernikahan adat Jawa dan adat Sunda, setidaknya ada 13 tahapan yang harus dilalui oleh calon pengantin. Salah satu diantaranya ada yang memiliki kemiripan, yakni prosesi siraman. Siraman dilakukan dengan maksud untuk menyucikan calon mempelai sebelum hari H pernikahan. Jika hanya dilihat sekilas, prosesi siraman baik dengan adat Jawa maupun Sunda, nampak sama saja. Namun, tahukah kamu ternyata ritual keduanya sangatlah berbeda? Tradisi siraman adat Jawa dan adat Sunda punya ciri khasnya masing-masing, baik dari tata cara pelaksanaan maupun istilah-istilah yang digunakan. Dimana saja letak perbedaannya? Berikut ini WeddingMarket berikan ulasan lengkapnya untukmu. Disimak, yuk!Fotografi MordenDalam prosesi pernikahan adat Jawa, ritual siraman dimulai dengan sungkeman. Dimana sang calon pengantin, memohon maaf sekaligus meminta restu dan izin untuk menikah kepada orangtuanya. Setelah itu, barulah orangtua akan melakukan siraman kepada sang anak. Biasanya prosesi siraman dilakukan satu hari menjelang akad nikah. Baik calon pengantin wanita maupun pengantin pria dapat melaksanakan siraman di kediamannya yang perlu disiapkan sebelum dilaksanakan siraman adat JawaAir siraman, air jernih dan bersih Bunga mawar, melati dan kenanga untuk ditaburkan ke dalam air siramanPengaron untuk tempat air siramanGayung untuk mengambil airTikar bangka, yakni tikar berukuran sekitar setengah meter terbuat dari anyaman daun pandan. Sehelai kain dan sehelai kain mori Daun-daun yang terdiri atas daun kluwih, daun koro, daun opo-opo, daun awar-awar, daun turi, daun dadap srep, alang-alang dan duri kemarungRatus, terdiri dari herbal alami, seperti kunyit, bunga mawar, temulawak, pala, dan sejenisnyaAnglo, tungku yang berfungsi seperti kompor yang terbuat dari tanah liatKendhivia instagram/likuiditayona Kuntjoro PhotographyUrutan dalam upacara siraman adat Jawa adalah sebagai berikutSungkemanFotografi MordenSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, urutan pertama dalam upacara siraman adat Jawa dimulai dengan sungkeman. Calon pengantin wanita sungkem kepada kedua orangtua untuk memohon doa restu untuk dipersunting oleh kekasih pilihannya. Momen sungkeman ini biasanya menjadi sangat haru, tak jarang baik calon pengantin maupun orang tua sampai menitikkan air via instagram/cantitachrilSetelah selesai sungkeman, barulah dilanjutkan dengan prosesi siraman adat Jawa. Dengan dibimbing oleh orang tua, calon pengantin yang telah mengenakkan busana siraman lengkap, dituntun menuju tempat siraman. Sementara para pengiring membawakan baki berisi seperangkat kain, handuk dan calon mempelai wanita didudukkan di atas bangku yang beralaskan tikar bangka atau tikar pandan. Diwali dengan doa, calon pengantin kemudian disiram dengan air siraman yakni air yang berasal dari tujuh sumber mata air tanah dan ditaburi dengan bunga-bunga, antara lain melati, mawar dan kenanga. Jumlah siraman yang dilakukan harus ganjil, dimulai dari sesepuh atau orang yang dituakan dalam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan ayah, ibu, atau saudara, dan terakhir juru rias KendiSetelah selesai dilakukan siraman, orangtua calon pengantin atau juru rias kemudian mecahkan kendi yang digunakan untuk menuang air siraman sembari mengucapkan, “Niat ingsun ora mecah kendi, nanging mecah pamore anakku [nama sang anak]”. Proses ini menyimbolkan pecahnya atau berakhirnya masa remaja sang anak, kini sebagai wanita RikmoSelanjutnya, prosesi siraman adat Jawa diteruskan dengan memotong rikmo atau rambut. Dari pihak mempelai pria juga akan menyerahkan potongan rambut yang kemudian disatukan dan dikubur di halaman rumah. Hal ini melambangkan, untuk mengubur semua hal-hal buruk, sehingga kelak rumah tangga pasangan tersebut hanya ada kebaikan dan via instagram/cantitachrilTahapan selanjutnya dalam prosesi siraman adat Jawa yakni, calon mempelai wanita digendong oleh sang ayah menuju kamar. Prosesi ini melambangkan betapa kasih sayang orang tua akan senantiasa selalu untuk anaknya, bahkan sampai menjelang sang anak memulai lembaran baru pernikahan. Apabila tidak dilaksanakan bopongan, calon pengantin akan langsung diantar oleh perias menuju atau berhiasFoto via instagram/ambarpaes_jakartaSelanjutnya di kamar, calon pengantin berganti pakaian dan bersiap untuk dikerik rambut di atas dahinya atau disebut dengan istilah Doa RestuTerakhir, calon pengantin keluar dari kamar dan menemui para tamu untuk memohon doa restu. Sementara itu, sesepuh atau pihak yang dituakan akan mengantar air siraman ke tempat calon pengantin Adat SundaFotografi MordenSama halnya dengan siraman adat Jawa, prosesi siraman adat Sunda ngebakan bertujuan untuk menyucikan calon mempelai pengantin baik secara lahir maupun batin. Prosesi siraman adat Sunda dilaksanakan 3-7 hari menjelang hari tahapan siraman adat Sunda adalah sebagai aisan melepaskan gendonganFoto Umarez PhotographyPada prosesi siraman adat Sunda, tahap pertama dimulai dengan ngengcangkeun aisan. Dimana calon pengantin akan digendong’ secara simbolis oleh sang ibu dengan melilitkan kain gendongan di tubuhnya dan sang anak. Kemudian sang ibu melepaskan gendongan tersebut, selanjutnya calon pengantin, ibu bersama ayah menuju tempat siraman. Pada tahap ini sang ayah juga membawa lilin, prosesi ini bermakna bahwa kedua orangtua akan segera mengakhiri tanggung jawabnya, dan selanjutnya digantikan oleh calon membasuh kaki orangtuaTahapan siraman adat Sunda dilanjutkan dengan prosesi ngaras. Calon pengantin akan dipangku kedua orang tua dalam prosesi dipangkon. Kemudian, si calon pengantin memohon izin kepada kedua orangtuanya untuk menikah, dilanjutkan dengan sungkem, barulah setelah itu calon pengantin akan membasuh kaki kedua orang air siramanFotografi Bingkai PhotographyUpacara dilanjutkan dengan mencampur air siraman yang berasal dari tujuh mata air dengan tujuh macam bunga beraroma wangi, disebut dengan bunga setaman. Pada prosesi siraman adat Sunda, calon pengantin akan disemprot dengan minyak wangi oleh orangtuanya. Prosesi ini bermakna, agar sang anak bisa selalu mengharumkan nama baik keluarga. NgebakanTak hanya itu, calon pengantin adat Sunda juga harus melewati tujuh lembar kain yang menyiratkan supaya selalu bersabar, sehat, tabah, beriman, bertaqwa, dan selalu istiqomah. Prosesi ini disebut ngebakan. SiramanBarulah akhirnya dilakukan siraman, prosesi yang dilakukan hampir sama dengan siraman adat Jawa. Dimana jumlahnya harus ganjil, 7, 9 atau 11 orang, dimulai dari sang ibu, ayah dan orang yang dituakan dalam prosesi siraman adat Sunda ini, rambut calon mempelai wanita juga akan dipotong sedikit layaknya ngerik pada prosesi Jawa. Hal ini melambangkan percantik diri secara lahir dan batin. Barulah terakhir dilakukan pembersihan bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau atau sinom, godeg serta kembang turi yang disebut dengan ngeningan. Prosesi ini sebagai simbolis membuang atau membersihkan segala kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu, sehingga tidak terulang lagi di masa Parawanten Setelah selesai ngeningan, dilanjutkan dengan acara rebutan parawanten atau rebutan makanan. Makanan yang diperebutkan berupa umbi-umbian atau makanan ringan. Maknanya, sebagai harapan agar kedua mempelai mendapat rezeki yang lancar serta segera memperoleh tumpeng via instagram/ Umarez PhotographyPada prosesi siraman adat Sunda juga dilakukan potong tumpeng, yang kemudian disuapkan ke calon pengantin. Prosesi ini sebagai simbol pelepasan sang anak oleh kedua orangtuanya, untuk memulai hidup baru setelah rambutTerakhir, orangtua akan menanam potongan rambut calon pengantin, sebagai simbol mengubur segala hal buruk agar sang anak siap menjalani hidup baru yang bahagia. Rambut tersebut biasanya dikubur di pekarangan rumah. Fotografi Canola PhotoSecara umum, baik prosesi siraman adat Jawa maupun adat Sunda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk menyucikan diri sebelum pernikahan digelar. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam beberapa ritualnya tapi layaknya tradisi adat istiadat daerah lainnya, upacara siraman ini juga perlu dilestarikan. Supaya generasi penerus kelak tetap bisa mengenal akar budaya leluhurnya. Nah, setelah membaca ulasan di atas, sekarang sudah jelas kan dimana bedanya siraman Jawa dan Sunda? Jangan lupa untuk persiapkan pernikahan impianmu bersama WeddingMarket. Temukan berbagai diskon dan promo-promo menarik dari vendor-vendor terbaik di seluruh Indonesia. Semoga bermanfaat, ya!
Pangandaran - Prosesi upacara ngaras dan siraman pengantin adat Sunda seringkali dilakukan biasanya satu hari sebelum akad resepsi pernikahan calon prosesi ini calon pengantin pria ataupun wanita memberikan pengabdiannya kepada kedua orang tua dengan mencuci prosesi ngaras biasanya hanya dilakukan calon pengantin wanita. Dalam prosesi sakral ini, biasanya dilanjutkan dengan siraman pengantin, dimana calon pengantin wanita dimandikan oleh kedua orang tuanya disambung sesepuh orang yang dituakan di keluarganya. Lalu seperti apa prosesi dan makna dalam upacara Ngaras dan Siraman pengantin adat Sunda?Upacara ngaras dan siraman dalam pernikahan adat Sunda. Foto IstimewaMaestro MC Adat Sunda Jawa Barat Ceu Miming mengatakan, ditengah modernisasi prosesi pernikahan, diberbagai daerah upacara adat Ngaras dan Siraman masih dilakukan sebagian calon pengantin."Namun saat ini beberapa pengantin sudah mulai meninggalkan adat ini, padahal tersirat penuh arti dan makna yang tinggi," ucap Ceu Miming belum lama bahasa Ngaras diambil dari bahasa Sunda yang artinya menyebrangi sungai yang tidak terlalu dalam. Di Jawa Barat Ngaras diartikan sebagai rangkaian prosesi pra nikah di tatar Sunda."Penghormatan anak kepada orang tua yang sudah mendidik, merawat, membesarkan dan menyayangi. Dalam prosesi ini anak berbakti kepada orang tua dengan membersihkan kaki kedua orang tua," Prosesi Ngaras Pengantin dan SiramanProsesi Ngaras pengantin diawali dengan kedua orang tua calon pengantin wanita membawa puterinya menuju kursi calon pengantin wanita di ais menggunakan samping oleh ibu, dibagian depan ayah calon pengantin membawa lilin. Dengan makna ayah menerangi langkah anak, sementara ibu mengasuh dan membesarkan anak."Setelah sampai di kursi Ngaras, catin wanita sungkem atau memohon maaf kepada kedua orang tua diiringi kidung Ngaras dengan alunan musik adat Sunda kecapi-suling. Dilanjutkan dengan membasuh kaki ibu terlebih dahulu, dengan air bersih yang sudah disiapkan. Sama halnya dengan ke ayah," dibasuh atau dibersihkan, kaki kedua orang tua diberikan harum-harum, ataupun semacam parfum biar setelah itu catin meminta doa dan restu kepada orang tua. Prosesi adat pra nikah dilanjutkan dengan Siraman."Siraman artinya mengucurkan air, dalam prosesi ini catin wanita dicucurkan air dari 7 sumber air yang berbeda, bisa dari berbagai masjid suci ataupun sumber mata air," Siraman dilakukan catin ganti pakaian menggunakan pakaian layaknya seorang pengantin. Kemudian pengantin berjalan diatas sinjang atau samping"Biasanya ada 7 sinjang yang digunakan untuk catin berjalan menuju kursi Siraman," kata Ceu Miming menjelaskan makna 7 lembar samping yang digunakan sebagai karpet jalan. "7 samping artinya 7 dinten nu baris kalakonan ku panganten, corak sareng warna nu benten diartikeun sebagai jalan kahirupan nu baris disorang, bakal aya warna warni kehidupan," orang yang boleh memberikan siraman paling utama kedua orang. "Ibu, bapak, eyang, nenek, kake. Harus dari sesepuh istri. Tapi syaratnya orang yang menjadi contoh atau picontoheun. Jangan uwa atau bibi yang sudah cerai," kata Ceu sampai di kursi Siraman catin kemudian duduk terlebih dahulu. Disamping pengantin terdapat kendi besar yang berisikan air dari 7 susunan pemberian airnya berawal dari bapak catin terlebih dahulu, dengan mengucurkan air sebanyak 3 kali dari bagian atas oleh Ibu, eyang, Kakek, Nenek, Uwa bibi ataupun pengasuh catin semasa kecil, dengan melakukan siraman air seperti yang dilakukan bapak catin. Simak Video "Dinkes Tasik Telusuri Pasien Diduga Meninggal Gegara Ditolak Puskesmas" [GambasVideo 20detik] tey/tya
perbedaan siraman adat sunda dan jawa